Senin, 25 Agustus 2008

Ust Rahmat Abdullah


Merendahlah,

engkau kan seperti bintang-gemintang

Berkilau di pandang orang

Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi

Janganlah seperti asap

Yang mengangkat diri tinggi di langit

Padahal dirinya rendah-hina

(Rahmat Abdullah)

Seperti tak percaya aku mendengar kabar itu: kau sudah pergi untuk selamanya. Dan kenangan demi kenangan berkelebat cepat di benakku, menyisakan satu nama: Rahmat Abdullah. Kita memang tak banyak bertemu, tak banyak bercakap. Tapi percayakah kau, aku menjadikanmu salah satu teladan diri. Kau menjelma salah satu sosok yang kucinta. Tahukah kau, hampir tak ada tulisanmu yang tak kubaca? Dan setelah membacanya selalu ada sinar yang menyelusup menerangi kalbu dan pikiranku. Tidak sampai di situ, buku-bukumu selalu membuatku bergerak. Ya, bergerak!

Kau mungkin tak ingat tentang senja itu. Tapi aku tak akan pernah melupakannya. Saat itu kau baru saja pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan kesehatanmu. Aku dan seorang teman menunggumu. Kami membutuhkanmu untuk memberi masukan terhadap apa yang tengah kami kerjakan. Tanpa istirahat terlebih dahulu, dengan senyuman dan kebersahajaan yang khas, kau menemui kami. Tak kau perlihatkan bahwa kau sedang tak sehat. Bahkan kau bawa sendiri makanan dan minuman untuk kami. Dengan riang kau menyemangati kami. "Ini kebaikan yang luar biasa," katamu. "Bismillah. Berjuanglah dengan pena-pena itu!"

Lalu kami mengundangmu untuk hadir pada acara milad organisasi kecil kami. Sekadar menyampaikan undangan, dan tak terlalu berharap kau datang, karena kami tahu kau sangat sibuk dengan begitu banyak persoalan ummat. Hari itu, bulan Juli 2002, milad ke 5 organisasi kami: Forum Lingkar Pena. Semua panitia direpotkan oleh banyak hal yang harus dikerjakan. Aku masih sempat bertanya pada panitia: "Adakah yang menjemput Pak Taufiq Ismail dan Pak Rahmat Abdullah?"

Panitia menggeleng. Banyak yang harus dikerjakan. Tak ada mobil atau tenaga untuk menjemput. Sudahlah, pikirku. Pak Taufiq dan Pak Rahmat terlalu besar untuk hadir di acara seperti ini.

Aku hampir melompat ketika melihat Pak Taufiq Ismail datang sendirian dengan taksi dan menyapa kami riang. Dan aku tak percaya ketika tak lama kemudian kau muncul! "Ustadz, terimakasih sudah datang. Kami tidak menyangka...," sambutku.

Kau tersenyum. "Saya sudah agendakan untuk datang," katamu. "Ini acara FLP. Istimewa." Mataku berkaca. Ini ustadz Rahmat Abdullah, ia terbiasa diundang sebagai pembicara dalam berbagai acara nasional sampai internasional. Dan kini ia sudi hadir sebagai undangan biasa!

"Maaf ustadz tidak dijemput. Ustadz naik apa tadi?" Naik bis. Tempatnya mudah dicari," katamu biasa.

Kau sempat turut memberikan award dalam acara tersebut dan memimpin doa penutup. Aku menangis mendengar doa yang kau lantunkan, Ustadz. Kau berulangkali mendoakan agar organisasi kami: FLP selalu bisa melahirkan para pemuda yang tak akan berhenti berjuang dengan pena.... Pada akhir acara, kau turut berjongkok bersama para pemuda lainnya dan menandatangani spanduk yang kami gelar bertuliskan "Sastra untuk Kemanusiaan."

"Saya mencintai sastra dan suka membuat puisi," ceritamu. Hari itu kehadiranmu benar-benar memberi semangat baru bagi kami.

Ustadz, aku selalu mengenangmu sebagai suami dan ayah yang baik dalam keluarga. Sebagai guru sejati bagi ribuan da'i. Dan ketika kau terpilih menjadi anggota DPR RI tahun 2004 lalu, tak ada yang berubah darimu, kecuali usaha yang lebih keras untuk membuat rakyat tersenyum. Dalam keadaanmu yang sederhana, kau tak berhenti memberi zakat dan infaq dari gajimu. Kau satu dari sedikit orang yang pernah kutemui, yang sangat berhati-hati dengan amanah dan berjuang untuk menunaikannya tanpa cacat. Ah, pernahkah kau meminta tarif untuk mengisi ceramah? Tak ada. Kau bahkan pernah berkata: "Alhamdulillah ada lagi orang yang mau mendengarkan taushiyah dari hamba Allah yang lemah ini."

Terakhir kali kita bertemu, Ustadz, di sebuah jalan raya, sekitar akhir tahun lalu. Dan aku tak percaya, kau—anggota dewan yang terhormat--- masih saja menyetop kopaja. Kini dalam usia 53 tahun, kau pun kembali untuk selamanya. Ribuan orang, tak terhingga orang, datang mengiringi untuk terakhir kali, sambil tak henti bersaksi tentang keindahanmu.

Selamat jalan, Ustadz. Jalan kebaikan dan cinta yang selalu kau tempuh di dunia, semoga mengantarkanmu ke gerbang yang paling indah di sisiNya. Amiin. (Helvy Tiana Rosa)

Gelar Pembekalan Caleg

Singkawang,- Calon anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak boleh rebutan jabatan. Jangan hanya berebut nomor urut soliditas strukturan dikorbankan.” Demikian arahan H Rahman Amin dalam acara pembekalan caleg PKS Kota Singkawang, Sabtu (23/8) di Sekretariat DPD PKS Kota Singkawang di Jalan Nusa Baru Singkawang.

Acara ini diikuti oleh caleg Kota Singkawang dan caleg provinsi. Setelah disibukkan dengan penyusunan caleg dan pendaftaran caleg ke KPU, PKS bergerak cepat untuk pemenangan pemilu 2009 dengan memberikan bekal bagi caleg. “Pemilu tinggal tujuh bulan lagi akan dilaksanakan. Maka kita perlu memberikan bekal kepada caleg ini secepat mungkin,” kata dia.

Rahman Amin yang merupakan caleg DPR RI untuk daerah pemilihan Kalimantan Barat ini menambahkan, kader PKS harus dekat dengan masyarakat, harus bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat. “Memberi adalah lebih baik dari yang meminta,” ujar dia yang juga Ketua DPP Wilayah Dakwah Kalimantan ini. Disamping Rahman Amin, narasumber lain pada acara tersebut adalah H Arif Joni Prasetyo ST yang juga Sekretaris DPW PKS Kalbar.

Arif dalam sambutannya mengatakan, dia optimis PKS Kota Singkawang akan memenangkan Pemilu 2009 nanti dengan mendapat suara 20 persen. Hal ini, kata dia, didasarkan kepada soliditas kader serta struktur partai dan figur-figur caleg yang ada. Oleh sebab itu dia mengatakan, soliditas kader dan struktur harus senantiasa dijaga dan dipelihara dengan baik.

“Jangan sampai partai ini terpecah belah hanya untuk kepentingan sesaat. Target kita adalah bagaimana bisa melayani rakyat ini lebih baik melalui penguasaan legislatif dan ekskutif. Hal itu bisa terwujud kalau kita tetap solid. Bagaimana dipercaya rakyat dan mendapatkan dukungan kalau kita berpecah belah hanya berebut kepentingan sesaat. Marilah kita jaga dan pelihara kepercayaan dan amanah masyarakat bersama-sama.” (zrf)

Kantor PKS di Mampang Didemo, Awas Macet!

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Kantor PKS di Mampang Didemo, Awas Macet!
detikNews

Jakarta - Bagi Anda pengendara, mesti siap-siap bersabar. Khususnya yang melintasi ruas Jalan Warung Buncit arah Mampang, Jakarta Selatan. Ini dikarenakan adanya unjuk rasa di depan kantor DPP PKS.

Data dari TMC Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2008), menyebutkan aksi itu dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Judi.

Kamis, 14 Agustus 2008

PKS Tetapkan Nomor Caleg Berdasarkan Penugasan Partai

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

PKS Tetapkan Nomor Caleg Berdasarkan Penugasan Partai

Ketua DPP PKS Bidang Politik Untung Wahono menyatakan, pencantuman nomor urut dalam pencalegan sudah melalui berbagai pertimbangan pemilihan raya di antara kader, alokasi dan distribusi keahlian profesional dalam fraksi nantinya, dan kaderisasi kepemimpinan partai.

“Jadi lebih dari 90% caleg yang dipasang adalah kader-kader partai dan mereka dicalegkan bukan atas permintaan mereka, tetapi penugasan dari partai. Sehingga mereka tidak memusingkan nomor urut, bahkan banyak diantara mereka, kalau tidak karena penugasan, mereka lebih senang tidak menjadi anggota legislatif,” kata Untung kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (13/8).

Tapi, lanjutnya, partailah yang membutuhkan kiprah dan keahlian caleg di DPR. Bagi PKS seluruh caleg yang ada dalam sebuah dapil adalah satu kesatuan tim yang bahu membahu dan bekerja sama. Bukan saling menyaingi satu sama lain.

“Ini prinsip kerja PKS sebagai partai kader. Ingat, jika partai ternyata membutuhkan seorang anggota legislatif untuk bekerja di luar DPR, maka ia tdk akan menolak untuk keluar dari DPR,” cetus Untung.

Sehingga, tambahnya, tidak akan ada satu pun caleg jadi nanti akan punya pikiran bahwa suara yang diperolehnya hanyalah karena kerja caleg seorang. Caleg tidak akan bisa mengelak bahwa suaranya itu berasal dari kerja seluruh kader PKS di lapangan yang jumlahnya ratusan ribu.

“Mereka semua itu bekerja semata-mata karena perjuangan, tanpa dibayar atau disewa oleh para caleg-caleg,” tegas Untung.

Sedangkan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS M Razikun menyatakan, PKS tidak menerapkan suara terbanyak tetapi sistem 30% perolehan suara calon. “Hal itu sesuai dengan UU pemilu sehingga mengurangi risiko sengketa hukum di belakang hari,” kata Razikun. (Far/OL-03)

Source : Media Indonesia

Kader PAN Dukung Penuh M.Taha Sebagai Cawako

Logo PANPONTIANAK,Terpilihnya Muhammad Taha sebagai Balon wakil walikota untuk mendampingi Muhammad Abduh mendapat reaksi beragam dari fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN). Monginsidi selaku fungsionaris PAN justru mendukung keputusan Abduh.
"Saya pikir pilihan Bang Abduh sudah tepat, dan saya mendukung 100 persen pilihan tersebut, karena harus saya akui dari 5 calon yang ada saudara M.Taha memang termasuk kader yang senior," kata Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Pontianak itu ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Pontianak kemarin. Sebagai bandingannya, Mujiono walau posisinya sekarang sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Pontianak namun dia menjadi pengurus DPD PAN Kota Pontianak baru periode sekarang ini sementara M.Taha sudah dari periode sebelumnya

"Jadi saya kira pilihan bang Abduh sudah sangat tepat dan seluruh kader PAN harus mendukung. Sekarang ini sudah bukan waktunya lagi kita mengedepankan kemelut yang harus kita perjuangkan bagaimana menghidupkan mesin partai untuk kemenangan DHUHA(Abduh-Taha)," katanya. Ketika ditanya mengenai sikapnya pada proses penetapan calon walikota dari PAN beberapa waktu yang lalu yang akhirnya menetapkan M.Abduh, Wakil Ketua Bidang POK DPD PAN Kota Pontianak tersebut menegaskan bahwa proses penetapan Bakal calon walikota dengan bakal calon wakil walikota yang akan diusung oleh PAN suatu proses yang sangat berbeda dan paketnya juga berbeda.


Tentunya sikap Monginsidi saat itu dalam koridor organisasi dibenarkan oleh Pedoman Organisasi, sama sekali tidak melanggar, namun ketika sudah jadi keputusan tetap maka sebagai kader PAN ia mengaku harus menjunjung tinggi dan melaksanakan apa yang diputuskan tersebut. Begitu juga dengan pernyataan beberapa fungsionaris PAN bahwa proses penetapan M.Taha sebagai wakil Abduh tidak konstitusional, Manginsidi sangat menyayangkan dan hal itu jangan dikembangkan diinternal PAN.


"Ketika posisi kita masih aman kita diam-diam saja dan tidak protes serta tidak mau menyatakan bahwa proses tersebut tidak konstitusionai, namun ketika kita tidak terpilih atau orang yang kita dukung tidak terpilih kita dengan mudah menyatakan hal itu tidak kcsnstitusianal. Sikap seperti ini sikap yang tidak kesatria dan tidak mau menerima kekalahan, maunya menang saja," papar Legislator PAN dari Dapil Pontianak Utara itu. Ia melihat proses yang dilalui sudah sesuai dengan mekanisme partai, karena sudah diputuskan didalam beberapa kali rapat harian DPD PAN dan didalam rapat harian DPD PAN sudah memberikan amanah untuk calon walikota yang diusung M Abduh untuk memilih pasangannya. Karena itu M Abduh sudah menjalankan amanah tersebut dan hal itu harus dihargai dan dijunjung tinggi.


"Waktu kita sudah sangat sedikit jadi tidak ada waktu lagi untuk hanya mempersoalkan masalah tersebut, yang perlu kita lakukan adalah kerja, untuk memenangkan pasangan ini," imbuhnya. Ketika ditanya kenapa penetapan itu harus dibawa ke mekkah dan tidak dibawa didalam rapat, Monginsidi menjelaskan penetapan itu justru sudah dibawa didalam rapat dan PAN setuju menyerahkan kepada Abduh untuk memilihnya. Sedangkan untuk proses pemilihan satu orang dari lima nama yang diajukan semua terserah kepada Abduh


"Saya yakin beliau pasti sudah melakukan kajian-kajian terhadap profil semua calon dan keberangkatan beliau umrah untuk meminta pertimbangan dari Yang Maha Tahu. Dan saya yakin hal itu adalah suatu langkah yang tepat, dan itu menunjukkan beliau tidak angkuh, beliau merasa perlu bantuan dari Yang Maha Tahu untuk memantapkan pilihannya, dan hal ini tidak salah kok, dan tidak melanggar AD/ART dan PO PAN," tukasnya.


Justru kalau mau jujur katanya lagi langkah Abduh sudah sesuai dengan prinsip PAN sebagai partai yang berlandaskan pada moralitas agama. Itulah moral agama yang diaplikasikan Abduh dengan meminta pertimbangan yang maha Kuasa. Satu hal yang harus diingat bahwa bakal calon yang ditetapkan adalah orang yang akan mendampingi Abduh kelak dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga pertimbangan psikologis Abduh juga harus diperhitungkan sehingga calon mana yang cocok dengannya itulah yang harus beliau pilih.(pin)

Akhirnya, PKS - PAN Usung Pasangan Ir.H.M.Abduh A Rahim - Muhammad Thaha,SH


Pontianak. Setelah pulang dari Umroh di tanah suci, akhirnya bakal calon Walikota Pontianak, Ir. HM. Abduh A. Rahim yang diusung PAN-PKS menjatuhkan pilihan kepada M. Taha, SH, selaku wakil walikota Pontianak mendampingi dirinya. "Ini untuk menjawab pertanyaan masyarakat Kota Pontianak siapa yang akan mendampingi saya, untuk memperjuangkan dan perbaikan Kota Pontianak ke arah yang lebih dimasa mendatang," kata Abduh didampingi Taha, Ketua DPD PAN Kota Pontianak, Ir. Ikhwani A Rahim, Ketua DPD PKS Kota Pontianak, H. Ikhsan Syamsih, saat deklarasi, Rabu (23/7), di Galaherang Kafe.


Kalau harus membayar untuk naik dan didukung dari parpol, kemungkinan ketika jadi nanti, akan mencari uang pengganti tersebut dari dana APBD atau pungutan lain yang tidak dibenarkan. "Inilah yang saya tidak inginkan, terlebih harus membayar mahal untuk sebuah perahu pendukung," jelasnya. Abduh juga mentargetkan 30 persen mendapatkan suara pemilih di Kota Pontianak. Karena banyaknya calon yang didukung parpol dan adanya calon perseorangan kemungkinan akan ada putaran ke dua.

Ia yakin, bisa menciptakan rasa aman bagi masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya, kemudian bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dengan banyaknya investasi di Kota Pontianak sehingga masyarakat bisa makmur dan sejahtera. "Ketika saya jadi akan berlaku sebagai orang tua yang bisa mengayomi masyarakat sebagai anak-anaknya," kata Abduh. "Makanya saya optimis akan mendapatkan 30 persen suara sehingga tidak terjadi putaran kedua," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Taha mengatakan sebelumnya dirinya tidak pernah mengetahui akan dipilih Abduh sebagai bakal calon wakil walikota. "Saya tidak penah berambisi untuk menjadi pemimpin, tapi saya anggap jabatan yang diberikan itu sebagai amanah yang harus dijalankan dengan baik. Untuk itulah akan berusaha semksimal mungkin mendampingi pak Abduh sehingga bisa membawa perubahan yang baik bagi Kota Pontianak tercinta," paparnya. Sementara itu, Ikhwani mengharapkan semua pendukung pasangan calon Abduh-Taha di Kota Pontianak untuk luruskan niat, bulatkan tekat dan sikap, berusaha, berdoa dan tetap istiqomah. (aca)

Jihad Politik Ala PKS


Apa yang menggerakkan kader dan aktivis perempuan PKS membagikan 'Sejuta Merah Putih untuk Indonesiaku' di Bundaran HI, Kamis (14/8) ini? Sekadar berkampanye, merayakan kemerdekaan, atau ada agenda lain?

"Ini merupakan komitmen PKS terhadap nasionalisme," kata Israyani, aktivis Kewanitaan DPW PKS DKI Jakarta.

Bisa jadi, kampanye berbungkuskan nasionalisme. Dalam acara ini, para kader PKS membagikan sejuta syal merah putih bertuliskan angka 8 kepada masyarakat yang lewat di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Itulah taktik dan strategi politik PKS yang sangat cerdik dalam upaya meraih simpati massa.

Membaca alur pikiran dan keinginan PKS, bisa dilihat decara dualitas: antara dakwah keagamaan dan dakwah politik. Dalam ruang politik, sikap keberagamaan PKS yang sebenarnya relatif eksklusif menjadi tidak kentara. Dalam dakwah agama, PKS mencoba menempuh tahapan-tahapan yang tak memberatkan warga.

Mereka sangat memperhitungkan sekali bilamana simbol dan identitas keagamaan dipakai dalam momen-momen politik. Eksistensi mereka cenderung disalahpahami sebagai partai Islam yang militan. Jihad politik mereka dilakukan secara santun, tak instan dan bertahap pula. Demikian halnya dakwah mereka yang thadarut. Semuanya itu dimaksudkan untuk membangun kader yang tangguh dan militan. Karena PKS adalah partai kader.

Dalam kiprah dan kegiatan PKS, betapa pentingnya ideologi digerakkan sampai menembus relung hati dan tulang sumsum serta jiwa kadernya. Bagi para aktivis dan kader PKS, semangat bahwa hidup itu mulia atau mati sahid (ais kariman auw mut syahidan) merupakan pedoman yang dihayati, sehingga mudah bagi partai Islam ini menggerakkan kadernya dimana-mana.

PKS, kata Daniel Dhakidae, seorang pengamat politik, merupakan partai Islam yang dijiwai dengan militansi ideologi. Dia mirip PDI Perjuangan dalam lapangan yang berbeda. PDIP dijiwai ideologi kebangsaan yang kuat.

Dalam hal ini, pembagian sejuta bendera Merah Putih, harus dilihat sebagai manuver PKS untuk mendorong masyarakat cinta terhadap Tanah Air sekaligus memikat massa Islam dan bukan Islam agar memahami aspirasi dan spirit mereka. Diharapkan, masyarakat mengapresiasi PKS, menjaga keutuhan NKRI, menjunjung tinggi martabat bangsa, menjaga kekayaan alam untuk rakyat, dan menghormati kearifan budaya lokal.

"Mari bangkit bersama membangun bangsa. Jangan sampai kita yang sudah merdeka diinjak-injak kekuatan asing lagi," tegas Israyani di tengah arus massa sekitar 1.200 kader PKS yang mengenakan pakaian serba putih.

Saat itu, marching band yang mengiringi berpakaian merah. Para kader perempuan PKS memakai baju putih agar kelihatan bersih. Menyejukkan semangat kemerdekaan.

Di sini, keberagamaan PKS dalam wilayah politik sangat menarik untuk dipelajari parpol lain. Karena itu, PKS harus membuka diri untuk siapapun warga negeri ini agar PKS benar-benar inklusif, sebagai aset bangsa dan agar masyarakat luas bisa memahami kemana arah politik partai Islam ini ke depan. Bukankah PKS didirikan bukan untuk diri sendiri melainkan bagi bangsa ini? [I4]
-------------

Minggu, 10 Agustus 2008

PKS Targetkan 28 Juta Suara


pkspiyungan: JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemarin meluncurkan nomor urut delapan di Pemilu Legislatif 2009. Peluncuran itu sengaja dilakukan pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2008 agar senada dengan nomor urut partai mereka.

Peluncuran itu dilakukan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, didampingi tujuh pengurus DPP dan caleg PKS. Mereka, antara lain, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq, dan mantan Wakil Kapolri Adang Darajatun.

Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS Anis Matta mengatakan, delapan adalah angka abadi karena sekali masuk ke dalam, susah untuk keluar. Hal itu sesuai dengan PKS sebagai partai dakwah yang tidak pernah berhenti melayani rakyat. Nomor delapan dinilai sangat istimewa karena bagi orang Tionghoa, angka delapan mirip aksara yang berbunyi fat yang berarti sejahtera atau kaya.

''Fat artinya sejahtera, sesuai dengan tujuan Partai Keadilan Sejahtera yang ingin menciptakan kesejahteraan,'' terangnya.

Sambil berkelakar, Anis juga menyindir angka sembilan (nomor urut Partai Demokrat yang didirikan Presiden SBY di Pemilu 2004) yang dinilai hanya gemuk di atas, namun bagian bawahnya kurus. ''Itu bedanya dengan angka delapan PKS yang kesejahteraannya merata, gemuk di atas dan gemuk di bawah,'' ujarnya disambut tawa ratusan kader.

Menurut Anis, nomor urut delapan adalah kebetulan yang ditakdirkan. Pada 1999, PKS dengan nomor urut 24 meraup 1,4 persen suara. Pada Pemilu 2004, dengan nomor urut 16, PKS memperoleh 8,3 juta suara atau sekitar 7 persen. ''Pada Pemilu 2009, PKS dengan nomor 8, insya Allah akan memperoleh 28 juta suara atau 20 persen dari total pemilih,'' katanya.

Untuk memenangkan PKS pada Pemilu 2009, DPP PKS kemarin mengeluarkan delapan amanat kepada seluruh kader dan jajaran partai. Pertama, meniatkan seluruh amal pemenangan pemilu sebagai ibadah jihad politik. ''Tanda-tanda Allah akan melimpahkan kesejahteraan kepada satu bangsa adalah memberikan pemimpin yang terbaik,'' terang Anis.

DPP PKS memerintahkan pemekaran struktur partai hingga menjangkau seluruh (6.500) desa di Indonesia. ''Ini untuk memastikan agar dakwah PKS dapat menjangkau seluruh jengkal tanah Indonesia,'' ujarnya.

DPP PKS juga memerintah kadernya memperbanyak silaturahmi dengan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat tanpa membedakan aliran ideologi, agama, suku, ormas, bahkan parpol. ''Karena seluruh perjuangan kita adalah untuk kepentingan mereka,'' jelas Anis.

Kader PKS juga diwajibkan menebar senyum, sapa, dan salam cinta kepada seluruh warga masyarakat untuk mendekatkan hubungan batin dengan rakyat. ''Kalau rakyat melihat kader PKS, mereka harus selalu menemukan gairah kehidupan, tidak pernah sedih walau ada kesulitan. Dengan kondisi republik yang penuh masalah, rakyat harus melihat harapan itu masih ada,'' tegasnya.

DPP juga mewajibkan kadernya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai contoh, DPP PKS akan membeli sebuah mobil pelayanan kesehatan masyarakat bagi setiap DPD (kabupaten). Mobil itu akan digunakan untuk melakukan pengobatan gratis dari desa ke desa.

''Tugas partai sebelum dan sesudah pemilu adalah pelayanan. Kita ingin masyarakat merasakan manfaat kehadiran PKS di tengah-tengah mereka,'' katanya.

DPP PKS juga mewajibkan kadernya mengunjungi seluruh rumah warga di seluruh Indonesia untuk mendengarkan harapan dan suara hati yang tidak tertulis di media atau tidak tersuarakan di parlemen.

''Kita juga akan mengajak mereka berpartisipasi aktif bersama PKS di pemilu. Tidak boleh ada satu rumah pun di Indonesia yang tidak ada satu simpatisan PKS,'' ungkapnya.

PKS juga meminta kadernya meningkatkan hubungan dengan insan media dan menjadikan media sebagai mitra strategis. ''Agenda perubahan bukan hanya milik PKS, tapi milik semua masyarakat. Karena itu, seluruh kegiatan PKS harus diketahui masyarakat melalui media,'' tegas Anis.

Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin menegaskan keyakinannya, angka delapan adalah angka kemenangan. Keyakinan itu, antara lain, disebabkan keteladanan dan kepedulian kader-kader PKS kepada masyarakat semakin diakui rakyat. ''Kita syukuri dengan melipatgandakan semangat untuk menumbuhkembangkan dakwah,'' tandasnya.

Pemimpin tertinggi PKS itu menegaskan, tekad PKS tidak hanya berdakwah di kalangan marjinal, namun juga berdakwah di tengah pusat perubahan dan pengambil keputusan. ''Perubahan masyarakat sesuai ketentuan ayat Allah tidak bisa dilakukan selain fi ummiha, di tengah pusaran pengambilan keputusan,'' tuturnya.

Hilmi menjelaskan, esensi dakwah adalah menebarkan kebajikan dan mencegah kebinasaan karena sifat zalim. ''Karena itu, dakwah tidak hanya melalui amar makruf, amal kebajikan, tapi juga nahi mungkar agar sifat-sifat naudzubillah tidak merajai bangsa ini,'' tandasnya. (noe/pri)

sumber: jawapos

Jumat, 08 Agustus 2008

PKS Pontura gelar Tinju 8 Ronde, di tengah jalan !

Hujan rintik masih menyirami kawasan persimpangan lampumerah siantan, tiba-tiba warga sekitar dihebohkan oleh dua orang yang tiba-tiba bertinju di tengah jalan. Seorang pemuda dengan kostum putih dengan nomor delapan di dadanya memukul KO, seorang pemuda lainnya dengan kostum kuning dan merah.

Setelah delapan ronde berlanjut akhirnya petinju bernomer delapan tersebut berhasil merobohkan lawannya tanpa ada perlawanan berarti, terikan menang-menang dilontarkan olehnya. Hal tadi adalah teterikal yang diperankan oleh beberapa kader PKS Pontianak Utara pada saat lounching nomor urut delapan partai berlambang dua bulan sabit kembar ini.

Aksi unik ini diiringi pula dengan tabuhan gendenderang perang serta atraksi bendera dan parade cabang olehraga rakyat yang kesemuanya mengenakan angka delapan, sejumlah orang dengan topeng aneka rupa juga tampil membuat warga sekitar berhamburan keluar melihat perhelatan yang jarang sekali tersebut.

Beberapa warga saat diwawancarai ketika menunggu di lampu merah mengatakan “ gila, ini partai memang unik. Bagos lah… sip “ katanya sambil memacu motornya kembali. Yon kusnedi coordinator acara sekaligus humas DPC PKS Pontianak utara saat diwawancarai mengatakan “ kita sengaja membuat sesuatu yang unik pada hari ini, agar momen 8-8-08. 8 ini mampu mendapatkan tempat dihati masyarakat sehingga angka delapan yang menjadi nomor urut PKS bisa dikenang lama, pembagian pamleat hari ini juga merupakan wujud apresiasi PKS kepada seni dan budaya di Pontianak Utara”.

Rusdiansyah Ketua DPC Pontianak Utara saat di konfirmasi terpisah mengenai acara tersebut mengatakan “launching nomor urut delapan ini memang merupakan agenda nasional yang diadakan oleh PKS, kita melakukannya diseluruh pelosok nusantara. Selain itu moment 8.8.2008.8 ini juga kita manfaatkan sebagai ajang silahturahim kader. insyaAllah siang nanti kita juga akan mengadakan launching BCAD se-Kota Pontianak yang akan diadakan di Graha KORPRI Pontianak” pungkasnya.

(Humas DPC PKS Pontura “Yon Kusnedi” Foto : menang.JPG. By Yon Kusnedi)

Angka 8 PKS disambut dengan hujan

Gema takbir dan sirine manandai peluncuran nomer urut delapan yang dimiliki PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Kendatipun hujan sempat mengguyur kota Pontianak sejak pukul 6 pagi agenda tersebut tetap dihadiri oleh ratusan masa solid partai dengan nomer urut delapan ini.

Rangkaian agenda yang dilakukan serentak pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2008 jam 8 di seluruh Indonesia ini dipusatkan pada gedung Graha KORPRI jalan veteran untuk wilayah kota Pontianak, dalam acara yang cukup meriah itu Ust Ikhsan Syamsi (ketua DPD PKS Kota Pontianak) menyampaikan bahwa agenda terebut sengaja di lakukan agar masyarakat semakin mudah mengingat partai yang memiliki selogan Bersih, Peduli, dan Profesional ini.

Peluncuran nomer urut delapan dilakukan dengan penerbangan delapan puluh delapan buah balon yang membawa bendera dan nomer urut PKS, diterbangkan oleh delapan orang petinggi PKS diantaranya Bapak Abud A. Rahim (Calon Walikota dari PKS). Penerbangan balon berlogo PKS tersebut diiringi dengan pelantunan delapan pantun pemenangan pemilu oleh Ust M. Arif Aleg DPR D Kota Pontianak dari fraksi PKS, serta teriakan takbit sebanyak delapankali oleh semua peserta.

Bukan hanya itu momen serba delapan ini juga digunakan DPD PKS Kota Pontianak untuk melakukan launching Calon Anggota Dewan PKS se-Kota Pontianak dan akan ditutup dengan dialog bersama Calon Walikota Pontianak Pasangan DUTA (Abduh Taha).